Sinergi Pengasuhan Islami: Mengembalikan Wibawa Mendidik di Era Digital

JAKARTA BARAT — Tantangan pengasuhan anak di era digital menjadi perhatian serius bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menghadirkan kemudahan dalam kehidupan, namun juga membawa berbagai tantangan dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Berangkat dari persoalan tersebut, kegiatan bertajuk “Sinergi Pengasuhan Islami: Mengembalikan Wibawa Mendidik di Era Digital” diselenggarakan pada 18 Juni 2026 di Aula Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pandangan dan wawasan mengenai pentingnya penguatan pengasuhan berbasis nilai-nilai Islam dalam menghadapi perkembangan zaman.

Empat narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Ridma Diana, M.Pd., Nana Kurniati Arif, M.Pd., Habib Fahmi Baharun, M.H., dan H. Slamet, M.Pd.

Melalui forum tersebut, para narasumber membahas berbagai persoalan yang dihadapi orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Era digital telah membawa perubahan besar terhadap pola interaksi, komunikasi, dan proses belajar generasi muda. Anak-anak saat ini memiliki akses yang semakin luas terhadap berbagai informasi melalui internet dan media sosial.

Kondisi tersebut menuntut orang tua, keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk membangun pola pengasuhan yang lebih adaptif tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar pendidikan Islam.

Tema “Mengembalikan Wibawa Mendidik di Era Digital” menjadi refleksi penting mengenai perlunya memperkuat kembali peran keluarga dan pendidik dalam membimbing generasi muda.

Wibawa dalam mendidik tidak semata-mata dibangun melalui kekuasaan atau hukuman, melainkan melalui keteladanan, komunikasi yang baik, konsistensi, kasih sayang, serta kemampuan memberikan batasan yang jelas kepada anak.

Sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengasuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Dalam perspektif Islam, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan perhatian serius terhadap perkembangan akidah, akhlak, pengetahuan, serta keterampilan anak.

Di tengah derasnya arus informasi digital, anak-anak membutuhkan pendampingan agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai strategi pengasuhan Islami yang relevan dengan perkembangan era digital.

Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada lembaga pendidikan. Keluarga tetap menjadi lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, kepribadian, serta masa depan generasi.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara orang tua, pendidik, dan masyarakat, pengasuhan Islami diharapkan mampu menjadi kekuatan dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berilmu, memiliki kemampuan menghadapi perkembangan teknologi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.

Link Kegiatan : https://youtube.com/shorts/K-P7Xpah5Ps?feature=share

Sinergi Pengasuhan Islami: Mengembalikan Wibawa Mendidik di Era Digital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas